Pdt. Larena Sinuhadji
IALOKEN KAMI I BAS TUHAN NARI - 1 Kronika 29:14-16
(Tata Nilai Keugaharian)
Penaruh
Adi sidarami akar kata “ugahari” i bas AI nari, maka bagenda nina, “Akar kata “ugahari” berasal dari bahasa Sanskerta. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti: sedang, pertengahan, sederhana, atau bersahaja. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pola hidup yang tidak berlebihan, seimbang, dan mampu mengontrol diri. Dalam budaya dan filsafat, ugahari menggambarkan jalan tengah, artinya tidak terlalu sedikit namun juga tidak berlebihan. Misalnya, ketika seseorang memiliki banyak uang tetapi tetap memilih hidup sederhana dan membeli barang seperlunya, orang tersebut mempraktikkan sikap “keugaharian”. Kata ini termasuk dalam ragam bahasa klasik atau kuno dan jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Namun, maknanya sangat dalam dan sering disamakan dengan kata “sak madyo” atau “secukupnya” dalam bahasa Jawa.”